Sabtu, 27 September 2014

Manasik Ibadah Umrah

Manasik Ibadah Umrah

PDFCetakE-mail
Manasik Ibadah Umrah
TAHAP 1 - MIQOT
TAHAP 2 - IHRAM
TAHAP 3 - THAWAF
TAHAP 4 - SA'I
TAHAP 5 - TAHALLUL

2. IHRAM

Berihram adalah pekerjaan pertama dalam melaksanakan haji maupun umrah yaitu proses dalam memasuki ibadah haji maupun umrah. Waktu untuk melaksanakan umrah adalah kapan saja sepanjang tahun selain musim haji, adapun waktu untuk haji adalah dibulan-bulan haji, yaitu: Bulan Syawal, Dzul Qo’dah dan sepuluh hari diawal bulan Dzulhijjah
Rukun haji dan umrah dimulai dengan ihram dari miqat…apabila jama’ah haji atau umrah telah tiba di miqat, baik itu melalui darat maupun udara atau yang sejenisnya maka mereka hendaknya segera mandi dan memakai wangi-wangian (secukupnya). Kemudian bagi pria menggunakan dua kain ihram putih dan bersih; satu sebagai sarung dan satunya lagi sebagai selendang. Adapun bagi wanita tidak ada pakaian yang disunahkan untuk berihram, tapi cukup mereka mengenakan pakaian yang dapat menutupi seluruh tubuh serta auratnya, dengan catatan tidak penuh hiasan.
Kemudian melantunkan niat berihram untuk berumrah maupun untuk berhaji dengan ucapan :
Yang ber-Umrah    : “Labbaika Umrotan”(Aku penuhi panggilan Mu untuk umrah).
Yang haji Tamattu     : “Labbaika Umrotan Mutamatti’an biha ila al-hajj” (Aku penuhi panggilanMu untuk umrah dan tamattu hingga haji). 
Yang berhaji Qiran    : “Labbaika Umrotan wa hajjan” (Aku penuhi panggilanMu untuk umrah dan haji). 
Yang berhaji Ifrad    : “Labbaika Hajjan” (Aku penuhi panggilanMu untuk haji).

Tatkala memulai melantunkan niat berihram itu, berarti telah mengikrarkan diri untuk melaksanakan niat dalam hati untuk beribadah dan menjauhi segala larangan-larangan yang terkait ketika menggunakan Ihram. Kemudian memperbanyak talbiyah. Untuk bacaan talbiyah disarankan bagi jamaah laki-laki melantunkan talbiyah dengan suara yang agak keras sementara wanita tidak.
SEBELUM BERIHRAM:
Dianjurkan berbuat hal-hal dibawah ini :
  • Memotong kuku, kumis, membersihkan bulu ketiak dan bulu-bulu disekitar kemaluan
  • Menyiram seluruh badan, kalau mungkin, dan tidak mengapa kalau tidak mandi.
  • Laki-laki melepas seluruh pakaian yang berjahit, kemudian mengenakan kain ihram. 
  • Wanita melepas kain cadar yang ada di wajahnya…dan mengenakan kerudung yang dapat menutupi kepala dan sebagian mukanya (menghindari pandangan) dari laki-laki yang bukan muhrimnya.
  • Setelah mandi, disunatkan untuk memakai wewangian dibadan secukupnya saja.
  • Kemudian berniat untuk memasuki ibadahnya, kalau sudah niat memasuki ibadah, berarti telah berihram, kendati belum melafadzkan. Disarankan melafadzkan niat ihramnya itu setelah shalat fardhu. Apabila seseorang beribadah haji atau umrah mewakili orang lain, maka ia berniat atas yang diwakili itu dengan ucapan: ”Labbaika Allahumma ’An Fulan..” (Aku penuhi panggilanMu Ya Allah atas Si Fulan).
BATAS MULAI BERIHRAM:
1. Dzul Halifah      2. Al-Juhfah    3. Qornul Manazil
4. Yalamlam         5. Dzat ‘Irqin
Kewajiban bagi yang melewati tempat-tempat diatas bagi yang hendak melaksanakan haji ataupun umrah adalah berihram, bagi yang melampaui dengan sengaja tanpa berihram wajib kembali ketempat itu dan mengambil ihram darinya. Kalau tidak, maka baginya kewajiban membayar ‘dam’ seekor kambing yang disembelih di Mekkah dan dibagikan kepada fakir miskin setempat.
Rasulullah SAW bersabda: “Dia (miqot-miqot) itu untuk penduduknya dan orang yang datang melewatinya yang hendak melaksanakan haji dan umrah”.
Penduduk Mekkah, berihram dari Makkah untuk melaksanakan haji, sedang untuk umrah mereka berihram dari tanah halal diluar batas tanah haram, seperti Tan’im. Adapun penduduk yang tinggal di dalam area miqot, seperti penduduk Jeddah, Mustaurah, Badar, Bahrah, Umu Sulem, Syaro’i’ dll, mereka berihram dari tempat tinggalnya.
“Tempat tinggal mereka itu merupakan miqot bagi mereka semua” (Al-hadits).
LARANGAN DALAM BERIHRAM
Setelah berihram dari miqot seorang haji atau umrah dilarang hal-hal dibawah ini:
  • Mencabut/mencukur rambut atau bulu badan, memotong kuku dengan sengaja.
  • Dalam kondisi berihram, dilarang memakai wangi-wangian dibadan dan dipakaian, tetapi wangi bekas pemakaian sebelum berihram dibadan tidak masalah.
  • Seorang muslim yang sedang berihram, dilarang berburu binatang darat, baik itu dengan membunuh maupun mengusirnya, dilarang juga membantu aktifitas berburu tersebut, dalam area tanah suci.
  • Seorang muslim yang berihram maupun tidak, dilarang menebangi pepohonan tanah haram dan tumbuhannya yang tumbuh tanpa dipelihara manusia.
  • Seorang muslim yang berihram maupun tidak, tidak boleh mengambil barang temuan, baik itu yang berupa uang, emas, perak dan lain-lain ditanah haram, kecuali untuk diumumkan.
  • Melamar perempuan atau aqad nikah untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain, begitu juga bersetubuh, bercumbu rayu yang di barengi dengan syahwat. Sebagaimana hadits Usman ra. Bahwa Nabi SAW bersabda,    “Seorang dalam keadaan ihram itu tidak boleh menikah dan tidak boleh juga menikahkan serta melamar”.
  • Wanita dalam keadaan ihram dilarang memakai kaos tangan dan menutup wajahnya, kecuali dihadapan laki-laki asing ia harus menutup mukanya dengan kerudung atau semacamnya seperti ketika tidak berihram.
  • Dalam kondisi berihram seseorang pria dilarang menutup kepalanya dengan kain ihram maupun peci, topi, sorban, imamah, dll.
  • Seorang dalam kondisi berihram seorang pria dilarang mengenakan pakaian berjahit diseluruh tubuhnya maupuan disebagiannya seperti pakai celana, baju, topi atau kaos kaki serta sepatu kecuali khuffain.
HAL–HAL YANG DIPERBOLEHKAN SAAT IHRAM 
  • Memakai jam tangan, handphone, kaca mata dan ikat pinggang.
  • Memakai cincin dan sandal atau membalut luka dengan perban.
  • Berteduh dari matahari dibawah payung maupun atap mobil atau membawa barang diatas kepala.
  • Membasahi kepala dan badan kendati rontok rambutnya yang tidak disengaja tidak apa-apa.
  • Mengganti kain ihram maupun membersihkannya.
Note: seandainya seorang sedang berihram menutup kepalanya karena lupa atau tidak tahu hukumnya, maka ia segera melepas tutup itu ketika ingat atau mengetahui hukumnya.

www.familyrumaday.blogspot.com

Haji dalam Kilasan Sejarah

Haji dalam Kilasan Sejarah

2 February 2012 | Kategori: Rukun Haji
Setiap tahun puluhan juta umat Islam mendambakan dirinya pergi ke Tanah Suci (Makkah) untuk menunaikan ibadah haji. Bahkan, saat ini sekitar empat hingga lima juta umat Islam dari berbagai negara di dunia sedang bersiap diri melaksanakan ibadah haji.
Pelaksanaan ibadah haji telah diperintahkan oleh Allah SWT sejak zaman Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW. Dan, ibadah haji merupakan sebuah perjalanan ritual dalam menghayati hakikat hidup dan keimanan kepada Allah SWT. Demikian dikemukakan intelektual Muslim asal Iran, Ali Syariati, dalam bukunya, Al-Hajj.
Menurut Ali Syariati, ibadah haji adalah sebuah demonstrasi simbolis dari falsafah penciptaan Adam. Gambaran selanjutnya adalah sebuah pertunjukan akbar tentang hakikat penciptaan, sejarah, keesaan, ideologi islam, dan ummah.
“Allah adalah sutradaranya. Sedangkan, skenario atau temanya adalah tentang perbuatan orang-orang yang terlibat dan para tokoh utamanya adalah Adam, Ibrahim, Siti Hajar, Ismail, dan iblis. Adapun lokasinya di Masjidil Haram (Ka’bah), Mas’a (tempat sai), Arafah, Masy’ar, dan Mina. Simbolnya adalah Ka’bah, Safa, Marwa, siang, malam, matahari terbit, matahari tenggelam, berhala, dan upacara kurban. Pakaiannya adalah ihram dan aktor dari peran-peran dalam pertunjukan itu adalah umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah haji,” kata Ali Syariati.
Sebagaimana dijelaskan dalam berbagai literatur mengenai ibadah haji dan umrah, pelaksanaan ibadah haji telah disyariatkan sejak zaman Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW. Adapun tata cara ibadah haji yang disyariatkan kepada para nabi dan rasul itu umumnya lebih banyak berkisar pada pelaksanaan tawaf atau mengelilingi Ka’bah. Berikut sejumlah tata cara ibadah haji yang dilaksanakan sejak zaman Nabi Adam AS hingga sekarang ini.

Nabi Adam AS
Setelah beberapa waktu sejak diturunkan ke bumi, Nabi Adam diperintahkan oleh Allah SWT pergi ke Baitullah di Makkah untuk melaksanakan ibadah haji.
Menurut sejumlah riwayat, Ka’bah dibangun oleh para malaikat. Dan selama lebih dari 2.000 tahun, malaikat sudah melaksanakan tawaf (mengelilingi Ka’bah). Nabi Adam AS kemudian mengikuti apa yang dilakukan malaikat.

Ka’bah awalnya telah dibangun oleh malaikat. Kemudian, Nabi Adam AS diperintahkan untuk membangun kembali Ka’bah. “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia ialah Baitullah di Bakkah (Makkah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS Ali Imran [3]: 96).

Nabi Hud dan Saleh
Para nabi setelah Adam AS juga melaksanakan ibadah haji ke Baitullah. Ibnu Katsir dalam kitabnya, Bidayah wa an-Nihayah, menyebutkan sebuah riwayat Imam Ahmad bin Hanbal ra, Ibnu Abbas ra berkata, “Ketika Nabi SAW sedang lewat di Lembah Usfan pada waktu berhaji, beliau berkata, ‘Wahai Abu Bakar, lembah apakah ini?’ Abu Bakar menjawab, ‘Lembah Usfan.’ Nabi Bersabda, ‘Hud dan Saleh AS pernah melewati tempat ini dengan mengendarai unta-unta muda yang tali kekangnya dari anyaman serabut. Sarung mereka adalah jubah dan baju mereka adalah pakaian bergaris. Mereka mengucapkan talbiyah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah’.”

Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS
“Dan (ingatlah) ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di Baitullah (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu menyekutukan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang bertawaf dan orang-orang yang beribadah, dan orang yang ruku dan sujud. Dan, serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan’.” (QS al-Hajj [22]: 26-28).

Nabi Ibrahim diperintahkan Allah SWT untuk mengajak umat manusia mengerjakan ibadah haji ke Baitullah. Selanjutnya, nabi-nabi lainnya mengerjakan hal serupa.

Nabi Muhammad SAW
Ibadah haji disyariatkan pertama kali pada tahun keenam Hijriah. Sedangkan, Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah haji pada tahun kesembilan Hijriah.
Banyak ayat Alquran yang memerintahkan Nabi SAW dan umat Islam untuk melaksanakan haji, sebagaimana tuntunan Allah dalam Alquran (QS 3: 97, 22: 27, 2: 196, 9: 2-3, 9: 17, 9: 28, dan 22: 27).

Adapun tuntunan yang mesti dilaksanakan adalah tawaf (QS 22: 29 dan 2: 125), sai antara Safa dan Marwa (QS 2: 158), wukuf (QS 85: 3, 89: 2, dan 2: 198-199), berkurban (QS 89: 2, 22: 28, dan 22: 36), dan tahalul atau mencukur rambut (QS 48: 27, 2: 196, dan 22: 29).
Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka, barang siapa yang beribadah haji. (syahruddin el fikrie)
- See more at: http://www.jurnalhaji.com/rukun-haji/haji-dalam-kilasan-sejarah/#sthash.aQ5XHYK9.dpuf

Rabu, 24 September 2014

#MENGAPA SHOLAT SUBUH 2 RAKAAT MAGHRIB 3 RAKAAT, DAN,LAINNYA 4 RAKAAT? #

#MENGAPA SHOLAT SUBUH 2 RAKAAT MAGHRIB 3 RAKAAT, DAN,LAINNYA 4 RAKAAT? #
dari: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA
Suatu hari, saya bertamu ke rumah salah seorang rektor satu universitas ternama di kota Jember.
Mayoritas tamu undangan kala itu ialah dosen2 universitas tersebut.
Seusai jamuan makan malam, dan pd sesi ramah tama, pembicaraan berputar ttg urusan agama.
Tak ayal lagi saya hanyut dlm pembicaraan dng mereka.
Di tengah2 pembicaraan yg sdng asyik ada seseorang yg bertanya:
"maaf pak ustadz, saya ingin bertanya,
namun saya berharap jawabannya yg ilmiyah dan bkn jawaban klasik.
Pertanyaannya: MENGAPA SHOLAT SUBUH 2 RAKAAT MAGHRIB 3 RAKAAT, DAN,LAINNYA 4 RAKAAT? "
Mendapat pertanyaan ini, saya hanya bisa jawab:
"ya demikian ini ajarannya,
maka kita hanya bisa mengucapkan sami'na wa atha'na."
Betapa terkejutnya saya ketika penanya menimpali jawaban saya dng berkata : "oooo jawaban klasik,
saya sdh sering dngr jawaban klasik semacam ini."
Mendengar komentar ini sy berksimpulan bhw
penanya seorang yg terpengruh dng ilmu filsafat,
dan ternyata benar,
menurut sang rektor ternyata dia master di bidang ilmu filsafat.
Akhirnya saya balik bertanya :
"ooo bapak mau jawaban yg kontemporer?
Gampang sekali,
dan saya akan buat tantangan kpd bapak.
Kan bapak adalah seorang yg berpendidikan,
sehingga layak membuat suatu penelitian ilmiyah.
Dan krn maslah sholat nara sumbernya adalah
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam
dan kebetulan beliau sdh mati,
ada baiknya bl bapak mengadakan riset di alam kubur.
Coba bapak temui Nabi di alam kubur,
dng cara mati dng bunuh diri ataau lainnya,
lalu adakan wawancara dng Beliau.
Kl sdh dapat jawaban, mkembalilah ke alam dunia,
untuk kemudian membukukan hasil wawancara bapak dng beliau.
Kl untuk pergi ke alam kubur bapak tdk punya dananya,
saya siap mendanai/ sbg sponsor riset bapak.
Toh untuk bisa sampai ke alam kubur
paling2 cuma butuh racun tikus, atau sebilah pisau saja."
Mendengar tantangan saya rupanya bapak itu mulai merendah.
Untuk semakin memberi pelajaran kepadanya saya tdk berhenti di sini.
Saya kembali bertanya kpdnya:
"bapak kan seorang ilmuan,
saya mau bertanya,
saya mau tahu, mengapa jari jemari bapak berbeda panjangnya,
kok tidak sama panjang?
Coba bapak uraikan dng jawaban yg ilmiah, bkn jwbn klasik."
Akhirnya bapak tsb terdiam dan malu.
Selanjutnya saya memberi penekanan kpd yg hadir kala itu
bahwa terlalu banyak hal yg ada di sekitar kita
yg diluarbkemampuan nalar manusia.
Demikian Allah tegaskan pd ayat berikut:
ÙˆَÙŠَسْØ£َÙ„ُونَÙƒَ عَÙ†ِ الرُّوحِ Ù‚ُÙ„ِ الرُّوحُ Ù…ِÙ†ْ Ø£َÙ…ْرِ رَبِّÙŠ ÙˆَÙ…َا Ø£ُوتِيتُÙ… Ù…ِّÙ†َ الْعِÙ„ْÙ…ِ Ø¥ِÙ„َّا Ù‚َÙ„ِيلًا
"Mereka bertanya kepadamu ttg ar-ruh,
katakan bahwa ruh adalah urusan Tuhanku,
sedangkan kalian tidaklah mendapatkan ilmu kecuali hanya sedikit.

Rabu, 17 September 2014

HATIKU

Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Akhy wa Ukhty

Siapapun diri kita, dari mana asal kita, suku kita, agama kita, ingatlah semua kita akan mendapatkan cobaan dan rintangan dalam perjalanan kehidupan kita dimuka bumi ini.

Olehnya itu kita haruslah senantiasa menjaga diri kita dari segala kemunafikan, kezaliman diri, dan bahkan prasangka buruk kita kepada sang Pencipta, sebab segala apa yang terjadi dalam kehidupan kita adalah merupakan sebuah skenario yang dimainkan oleh Allah SWT kepada kita semua, dan yang mengetahui kunci terlepasnya keraguan kita kepada skenario ini adalah

" QOLBUN "

Ya HATI kitalah yang harus kita hadapkan, kita Tawaddukan, serta kita konsentrasikan kepada Allah SWT dalam bentuk Ibadah dan Ketaqwaan serta Ketundukan kita sebagai Hamba yang mempunyai kewajiban mempercayai adanya Kekuasaan Allah SWT dalam kehidupan kita, sehingga semua yang kita perbuat akan mendatangkan Keikhlasan dan mendapatkan Keridhoan dari Allah SWT,

Kelak suatu saat HATI ini akan menunjukkan kepada kita cahayanya yang sebenarnya, berupa ketentraman hidup, ketenangan Bathin serta rasa syukur kita kepada Allah SWT, inilah bentuk dan rupa dari cahaya hati kita,

Insya Allah, kita akan menemui jalan yang pantas untuk kita lalui menuju Rahmat dan Ampunan Allah SWT, dan semoga segala Ibadah yang kita perbuat dengan cahaya hati kita, maka kita akan mendapatkan SEGALANYA dari Allah SWT berupa, Ampunan dan Syurga sebagai Cita - Cita seluruh Makhluk Hidup bukan saja Manusia akan tetapi Makhluk lain selain Manusia...

Semoga Alla SWT mengampuni segala macam dosa yang kita perbuat...

Amin Allaahumma Amin Yaa Rabbal Aalamiin

SALAM UKHUWA ISLAMIYYAH

www.familyrumaday.blogspot.com

Jumat, 29 Agustus 2014

Wasiat Rosululloh saw Kepada Siti Aisyah Tentang 4 Perkara

Wasiat Rosululloh saw Kepada Siti Aisyah Tentang 4 Perkara

06:38

Wasiat Rosululloh Muhammad saw Wasiat Rosululloh Muhammad SAW

Suatu ketika Rosululloh saw berwasiat kepada Siti A'isyah r.a.

Wahai A'isyah, Aku wasiatkan kepadamu empat perkara:
  1. Janganlah kau tidur sebelum mengkhatamkan Al Qur an.
  2. Janganlah kau tidur sebelum kau yakin telah mendapatkan syafa'at dari para Nabi atau Rosul di hari Kiamat.
  3. Janganlah kau tidur sebelum semua kaum mukminin dan mukminat telah ikhlas kepadamu.
  4. Janganlah kau tidur sebelum kau menjadi Haji.
Kemudian Siti A'isyah bertanya: "Yaa Rosululloh, bagaimanakah melakukan itu semua?"
Rosululloh tersenyum, kemudian bersabda:
  1. Janganlah kau tidur sebelum mengkhatamkan Al Qur an, yaitu bacalah Surat Al Ikhlas 3 kali, karena membaca surat Al Ikhlas 3 kali, pahalanya sama dengan mengkhatamkan Al Qur an.
  2. Janganlah kau tidur sebelum kau yakin telah mendapat syafa'at dari para Nabi atau Rosul, yaitu bacalah sholawat serta salam kepada para Nabi dan Rosul, sehingga dengan begitu mereka bisa memberi syafa'at kepadamu di hari kiamat.
  3. Janganlah kau tidur sebelum kaum mukminin dan mukminat ikhlas kepadamu, yaitu bacalah do'a untuk semua kaum mukminin dan mukminat, sehingga mereka kemudian ikhlas kepadamu kelak.
  4. Janganlah kau tidur sebelum kau jadi haji, yaitu bacalah tasbih, tahmid, takbir dan tahlil, karena dengan begitu pahalanya sama dengan orang yang telah menjadi haji. (Subhanalloh, Alhamdulillah, Allohu Akbar, Laa ilaha illalloh)
www.familyrumaday.blogspot.com

Kisah Malaikat Penjaga Tujuh Pintu Langit

Kisah Malaikat Penjaga Tujuh Pintu Langit

08:30

آلله SWT menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan Langit dan Bumi. Disetiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu.

Ibn Mubarok mengatakan bahwa Khalid bin Ma'dan berkata kepada sahabat Mu'adz bin Jabal r.a. "Ceritakanlah satu hadits yang kau dengar dari Rosululloh saw, yang kau menghafalnya dan setiap hari kau mengingatnya lantaran saking keras, halus, dan dalamnya makna hadits tersebut. Hadits manakah yang menurut pendapatmu paling penting?"

Mu'adz menjawab, "Baiklah, akan kuceritakan."

Sesaat kemudian, ia pun menangis hingga lama sekali, lalu ia bertutur, "hmm, sungguh rindunya hati ini kepada Rosululloh saw, ingin rasanya segera bertemu dengan beliau."

Galaksi Di Ruang AngkasaPhoto by Hewholooks CC BY-SA 3.0 / Wikimedia

Ia melanjutkan, "Suatu saat aku menghadap Rosululloh saw, Beliau menunggangi seekor unta dan menyuruhku naik dibelakangnya dengan unta tersebut. Kemudian beliau menengadahkan wajahnya ke langit, dan berkata,

"Puji syukur kehadirat آلله, Yang Maha Berkehendak kepada makhluk-Nya menurut kehendak-Nya." Kemudian Rosululloh saw berkata,

"Sekarang aku akan mengisahkan satu cerita kepadamu yang apabila engkau hafalkan (perhatikan), akan berguna bagimu, tapi kalau engkau sepelekan, engkau tidak akan mempunyai hujjah kelak dihadapan آلله."

----------**********AMAL YANG TERTOLAK**********----------

Kisah Para Malaikat yang Menjaga Tujuh Pintu Langit

Para Malaikat


"Hai Mu'adz! آلله menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Pada setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu, dan tiap-tiap pintu langit itu dijaga oleh malaikat penjaga pintu sesuai kadar pintu dan keagungannya."

"Maka, Malaikat hafazhoh (malaikat yang memelihara dan mencatat amal seseorang) naik ke langit dengan membawa amal seseorang yang cahayanya bersinar-sinar bagaikan cahaya matahari. Ia, yang menganggap amal orang tersebut banyak, memuji amal-amal orang itu."

"Tapi, sampai di pintu langit pertama, berkata malaikat penjaga pintu langit itu kepada malaikat hafazhoh, 'Tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, aku ini penjaga tukang pengumpat, aku diperintahkan untuk tidak menerima masuk tukang mengumpat orang lain. Jangan sampai amal ini melewatiku untuk mencapai langit berikutnya'."

"Keesokan harinya ada lagi malaikat hafazhoh yang naik ke langit dengan membawa amal shalih seorang lainnya yang cahayanya berkilauan. Ia juga memujinya lantaran begitu banyaknya amal tersebut. Namun malaikat di langit kedua mengatakan, 'berhentilah, dan tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, sebab dengan amalnya itu dia mengharap keduniaan. آلله memerintahkanku untuk menahan amal seperti ini, jangan samapi lewat hingga hari berikutnya'. Maka seluruh malaikat pun melaknat orang tersebut sampai sore hari"

"Kemudian ada lagi malaikat hafazhoh yang naik ke langit dengan membawa amal hamba آلله yang sangat memuaskan, dipenuhi amal sedekah, puasa, dan bermacam-macam kebaikan yang oleh malaikat hafazhoh dianggap demikian banyak dan terpuji. Namun saat sampai langit ketiga malaikat penjaga berkata, 'Tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, aku malaikat penjaga orang yang sombong. آلله memerintahkanku untuk tidak menerima orang sombong masuk. Jangan sampai amal ini melewatiku untuk mencapai langit berikutnya. Salahnya sendiri ia menyombongkan dirinya di tengah-tengah orang lain'."

"Kemudian ada lagi malaikat hafazhoh yang naik ke langit keempat, membawa amal seseorang yang bersinar bagaikan bintang yang paling besar, suaranya bergemuruh, penuh dengan tasbih, puasa, sholat, naik haji, dan umroh. Tapi, ketika sampai di langit keempat, malaikat penjaga pintu langit keempat mengatakan kepada malaikat hafazhoh, 'berhentilah jangan dilanjutkan. Tamparkanlah amal ini ke wajah pemiliknya, aku ini penjaga orang-orang yang suka ujub (membanggakan diri). Aku diperintahkan untuk tidak menerima masuk amal tukang ujub. Jangan sampai amal itu melewatiku untuk mencapai langit yang berikutnya, sebab ia kalau beramal selalu ujub'."

"Kemudian naik lagi malaikat hafazhoh ke langit kelima, membawa amal hamba yang diarak bagaikan pengantin wanita diiring kepada suaminya, amal yang begitu bagus, seperti amal jihad, ibadah haji, ibadah umroh. Cahaya amal itu bagaikan matahari. Namun, begitu sampai di langit kelima, berkata malaikat penjaga pintu langit kelima, 'Aku ini penjaga sifat hasud (dengki, iri hati). Pemilik amal ini, yang amalnya sedemikian bagus, suka hasud kepada orang lain atas kenikmatan yang آلله berikan kepadanya, Sungguh ia benci kepada apa yang diridhoi آلله SWT. Saya diperintahkan agar tidak membiarkan amal orang seperti ini untuk melewati pintuku menuju pintu selanjutnya'."

"Kemudian ada lagi malaikat hafazhoh naik dengan membawa amal lain berupa wudhu yang sempurna, sholat yang banyak, puasa, haji, dan umroh. Tapi saat ia sampai di langit keenam, malaikat penjaga pintu ini mengatakan, 'Aku ini malaikat penjaga rahmat. Amal yang seolah-olah bagus ini, tamparkanlah ke wajah pemiliknya. Salah sendiri ia tidak pernah mengasihi orang. Apabila ada orang lain yang mendapat musibah, ia merasa senang. Aku diperintahkan agar amal seperti ini tidak melewatiku hingga dapat sampai pada pintu berikutnya'."

"Kemudian ada lagi malaikat hafazhoh naik ke langit ketujuh dengan membawa amal seorang hamba berupa bermacam-macam sedekah, puasa, sholat, jihad dan kewaroan (kehati-hatian). Suaranya pun bergemuruh bagaikan geledek. Cahayanya bagaikan malaikat. Namun tatkala sampai di langit ketujuh, malaikat penjaga langit ke tujuh mengatakan, 'Aku ini penjaga sum'ah (ingin terkenal/ riya). Sesungguhnya orang ini ingin dikenal dalam kumpulan-kumpulan, selalu ingin terlihat lebih unggul disaat berkumpul, dan ingin mendapatkan pengaruh dari para pemimpin.. آلله memerintahkanku agar amalnya itu tidak sampai melewatiku. Setiap amal yang tidak bersih, itulah yang disebut Riya. آلله tak akan menerima amal orang-orang yang riya'."

"Kemudian ada lagi malaikat hafazhoh naik membawa amal seorang hamba : sholat, zakat, puasa, haji, umroh, akhlak yang baik, pendiam, tidak banyak bicara, dzikir kepada آلله. Amalnya itu diiringi para malaikat hingga langit ketujuh, bahkan sampai menerobos memasuki hijab-hijab dan sampailah kehadirat آلله SWT.

Namun آلله SWT berfirman, 'Kalian adalah hafazhoh, pencatat amal-amal hamba-Ku. Sedangkan Akulah yang mengintip hatinya. Amal ini tidak karena-Ku, yang dimaksud oleh si pemilik amal ini bukanlah Aku. Amal ini tidak di ikhlaskan demi Aku. Aku lebih mengetahui dari kalian apa yang dimaksud olehnya dengan amalan itu. Aku laknat dia, karena menipu orang lain, dan juga menipu kalian (para malaikat hafazhoh), tapi Aku takkan tertipu olehnya'."

Galaksi, Ruang AngkasaPhoto by Adam Evans CC BY-SA 2.0 / Wikimedia

'Aku ini paling tahu akan hal-hal yang ghaib. Aku-lah yang melihat isi hatinya, dan tidak akan samar kepada-Ku setiap apapun yang samar, tidak akan tersembunyi bagi-Ku setiap apapun yang tersembunyi.

Pengetahuan-Ku atas apa yang telah terjadi sama dengan pengetahuan-Ku akan apa yang akan terjadi.

Pengetahuan-Ku atas apa yang telah lewat sama dengan pengetahuan-Ku atas apa yang akan datang.

Pengetahuan-Ku kepada orang-orang terdahulu sebagaimana pengetahuan-Ku kepada orang-orang kemudian.

Aku lebih tahu atas apapun yang tersamar daripada rahasia. Bagaimana bisa amal hamba-Ku menipu-Ku. Dia bisa menipu makhluk-makhluk yang tidak tahu, sedangkan Aku ini Yang Mengetahui hal-hal yang ghaib. Laknat-Ku tetap kepadanya.'

"Tujuh malaikat hafazhoh yang ada saat itu dan 3000 malaikat lain yang mengiringi menimpali, 'Wahai Tuhan kami, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami kepadanya.' Maka, semua yang ada di langit pun mengatakan,'Tetapkanlah laknat آلله dan laknat mereka yang melaknat kepadanya'."

TAHANLAH MULUTMU

Menjaga Lidah


Mu'adz pun kemudian menangis terisak-isak dan berkata, "Ya Rosululloh, bagaimana bisa aku selamat dari apa yang baru engkau ceritakan itu?"

Rosululloh Muhammad saw menjawab,
"Wahai Mu'adz ikutilah Nabimu dalam hal keyakinan!"

Mu'adz berkata lagi, "Wahai Tuan, engkau adalah Rosululloh, sedangkan aku ini hanyalah Mu'adz bin Jabal, bagaimana aku dapat selamat dan terlepas dari bahaya tersebut?"

Rosululloh Muhammad saw bersabda,
"Seandainya dalam amalmu ada kelengahan, tahanlah mulutmu, jangan sampai menjelek-jelekan orang lain, dan juga saudara-saudaramu sesama ulama. Apabila engkau hendak menjelek-jelekan orang lain, ingatlah pada dirimu sendiri, sebagaimana engkau tahu dirimu pun penuh aib. Jangan membersihkan dirimu dengan menjelek-jelekan orang lain. Jangan mengangkat dirimu sendiri dengan menekan orang lain."

"Jangan Riya dengan amalmu agar diketahui orang. Janganlah termasuk golongan orang yang mementingkan dunia dengan melupakan akhirat. Kamu jangan berbisik-bisik dengan seseorang padahal disebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik."

"Jangan takabur kepada orang lain, nanti akan luput bagimu kebaikan dunia dan akhirat. Jangan berkata kasar dalam suatu majelis dengan maksud supaya orang-orang takut keburukan akhlaqmu itu."

"Jangan mengungkit-ungkit apabila berbuat kebaikan."

"Jangan merobek-robek (pribadi) orang lain dengan mulutmu, kelak kamu akan dirobek-robek oleh anjing-anjing neraka jahannam, sebagaimana firman آلله 'Wannaa syithoo-ti nasy-thoo.' (di neraka itu ada anjing-anjing perobek badan-badan manusia, yang mengoyak-ngoyak daging dari tulangnya)."

Aku (Mu'adz) berkata: "Ya Rosululloh, siapa yang akan kuat menanggung penderitaan semacam ini?"

Jawab Rosululloh Muhammad saw,
"Wahai Mu'adz, yang kuceritakan tadi itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan oleh آلله SWT. Cukup untuk mendapatkan semua itu, engkau menyayangi orang lain sebagaimana engkau menyayangi dirimu sendiri, dan membenci sesuatu terjadi kepada orang lain apa-apa yang engkau benci bila sesuatu itu terjadi kepadamu."

"Apabila seperti itu, engkau akan selamat, terhindar dari penderitaan itu."

Khalid bin Ma'dan (yang meriwayatkan hadits itu dari Mu'adz r.a.) mengatakan,
"Mu'adz sering membaca hadits ini sebagaimana seringnya ia membaca Al Qur-an, mempelajari hadits ini sebagaimana ia mempelajari Al Qur-an dalam mejelisnya."

Semoga Bermanfaat
Wassalam

www.familyrumaday.blogspot.com

Tafsir Singkat Surat Al Fatihah

Tafsir Singkat Surat Al Fatihah


Surah Al-Fatihah diturunkan di Mekah (makkiyyah) dan terdiri dari 7 ayat. Al-Fatihah merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap di antara surah-surah yang ada dalam Al-Qur'an. Surah ini disebut Al-Fatihah (Pembukaan), juga dinamakan Ummul Qur'an (induk Al-Quran) atau Ummul Kitab (induk Al-Kitab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran.

Surat Al-Fatihah ini melengkapi unsur-unsur pokok syari'at Islam, persesuaian surat ini dengan surat Al Baqoroh (Sapi Betina) dan surat-surat sesudahnya ialah Surat Al Fatihah merupakan titik-titik pembahasan yang akan diperinci dalam surat Al Baqoroh dan surat-surat yang sesudahnya.

Riwayat Tafsir Surat Al-Fatihah

Pembagian Surat Al-Fatihah


Diriwayatkan dari Amirul Mukminin 'Ali bin Abi Tholib k.w.; Aku telah mendengar Rosululloh Muhammad saw bersabda: "Alloh telah membagi Surat Al Fatihah di antara-Ku dan Hamba-Ku, sebagian Surat itu untuk-Ku dan sebagian yang lain untuk hamba-Ku. Dan bagi hamba-Ku (Aku mengabulkan) segala yang dia minta:

Al Qur an
Tafsir Singkat Surat Al Fatihah

BismillaaHirrohmaanirrohiim
BismillaaHirrohmaanirrohiim

("Bila Hamba membaca"): "Dengan Menyebut Nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". "Alloh menjawab": "Hamba-Ku memulai menyebut dengan asma-Ku dan wajib atas-Ku untuk menyempurnakan urusan-urusannya dan memberkahi keadaannya". ("Dengan Menyebut Nama Alloh... disini seumpama menyebutkan seluruh Nama2 Alloh.. lihat keutamaan kalimat Bismillahirrohmanirrohim)

Al-hamdulillaaHi robbil 'aalamiin
Al-hamdulillaaHi robbil 'aalamiin

("Bila Hamba membaca"): "Segala puji bagi Alloh, Tuhan semesta alam", "Alloh menjawab": "Hamba-Ku memuji-Ku dan ia sudah mengetahui bahwa nikmat-nikmat yang berada pada dirinya berasal dari-Ku dan semua petaka yang aku hindarkan daripadanya itu juga berasal dari-Ku. Maka atas limpahan rahmat-Ku, Aku bersaksi pada kalian akan melipat gandakan padanya nikmat-nikmat dunia dan nikmat-nikmat akhirat serta menghindarkan dirinya dari petaka akhirat sebagaimana aku menghindarkan daripadanya petaka dunia".

Ar-rohmaanir-rohiim
Ar-rohmaanir-rohiim

("Bila Hamba membaca"): "Maha Pengasih lagi Maha Penyayang", "Alloh menjawab": "Hamba-Ku bersaksi kepada-Ku bahwa Aku Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan Aku bersaksi pada kalian, Aku akan menyempurnakan nikmat-Ku menjadi miliknya, dan Aku akan menganugerahkan pemberian-Ku sebagai kesempurnaannya".

Maaliki yaumid-diin
Maaliki yaumid-diin

("Bila Hamba membaca"): "Yang Menguasai Hari Pembalasan", "Alloh menjawab": "Aku bersaksi pada kalian sebagaimana ia mengetahui bahwa Aku sebagai Penguasa Hari Kemudian, maka Aku memudahkan kelak di Hari Kiamat atas hisabnya dan Aku mengabulkan seluruh kebajikan-kebajikannya dan Aku memaafkan seluruh perbuatan salahnya selama ia beribadah kepada-Ku".

Iyyaa kana' budu wa iyyaa kanasta 'iin
Iyyaa kana' budu wa iyyaa kanasta 'iin

("Bila Hamba membaca"): "Hanya Engkau-lah yang kami sembah". "Alloh menjawab": "Benar Hamba-Ku, hanya kepada-Ku ia menyembah, Aku bersaksi pada kalian sungguh Aku akan memberi pahala atas ibadahnya dengan suatu pahala yang dapat menutupi seluruh amal perbuatan salahnya dalam beribadah kepada-Ku".

("Bila Hamba membaca"): "Dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan", "Alloh menjawab": "Benar Hamba-Ku, hanya kepada-Ku ia meminta pertolongan dan kepada-Ku ia berlindung. Aku bersaksi pada kalian sungguh Aku akan menolongnya di dalam urusannya dan memudahkan dalam kesulitannya dan Aku menolongnya ketika ia berada di hari yang mencekam".

IHdinash-shiroothol-mustaqiim
IHdinash-shiroothol-mustaqiim

Shiroothol-ladziina an 'amta 'alaihim, Ghoiril-magh-dluu bi 'alaihim wa ladl-dloo-l-liin
Shiroothol-ladziina an 'amta 'alaihim, Ghoiril-magh-dluu bi 'alaihim wa ladl-dloo-l-liin

("Bila Hamba membaca"): "Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat", "Alloh menjawab": "Semua permohonan hamba-hamba-Ku (akan Ku-penuhi). Dan baginya segala yang dia minta dan Aku pasti mengabulkan seluruh cita-citanya dan Aku lindungi dia dari segala yang dia takuti".

(Dikutip dari Tafsir As-Sofi, Jilid I hal. 75)

Demikianlah sedikit Tafsir Singkat Surat Al Fatihah, yang sesungguhnya sangat luaslah Tafsir Surat Al Fatihah tersebut.

"Jika perkataan keluar dari Hati, maka akan berpengaruh pada Hati, jika perkataan keluar dari lidah, maka ia tidak akan sampai ke telinga"

www.familyrumaday.blogspot.com

Rahasia di Balik Sholat Lima Waktu

Rahasia di Balik Sholat Lima Waktu


Rahasia Sholat ~ 'Ali bin Abi Tholib k.w. berkata: Sewaktu Rosullulloh saw duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Anshor, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata:

'Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepadamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Alloh kepada Nabi Musa a.s. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Alloh atau malaikat muqorrab.'

Lalu Rosullulloh saw bersabda, 'Silakan bertanya.'

Berkata orang Yahudi, 'terangkanlah kepada kami tentang lima waktu yang diwajibkan oleh Alloh ke atas umatmu'.

Sabda Rosullulloh Muhammad saw,

Sholat Dzhuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhan-nya.

Sholat 'Ashar itu ialah saat ketika Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi.

Sholat Maghrib itu adalah saat Alloh menerima taubat Nabi Adam a.s. Maka setiap mukmin yang sholat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Alloh maka pasti Alloh akan mengkabulkan permintaannya.

Sholat 'Isya itu ialah sholat yang dikerjakan oleh para Rosul sebelumku.

Sholat Shubuh adalah sebelum terbit matahari. Ini karena apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir.

Masjid NabawiPhoto by Ahmed Medineli / Public / Wikimedia

---Rahasia di Balik Sholat yang Lima Waktu---

Sholat sehari semalam lima waktu


Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rosullulloh saw, lalu mereka berkata, 'memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan didapati oleh orang yang sholat.'

Rasullulloh Muhammad saw bersabda,

Jagalah waktu-waktu sholat terutama sholat yang pertengahan. sholat Dzhuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam. Orang-orang mukmin yang mengerjakan sholat pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya uap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.

Rasullulloh Muhammad saw melanjutkan,

Manakala sholat 'Ashar, adalah saat di mana Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Orang-orang mukmin yang mengerjakan sholat 'Ashar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.

Menjaga dan Mendirikan Sholat


Selepas itu Rosullullah saw membaca ayat yang bermaksud,

'Jagalah waktu-waktu sholat terutama sekali sholat yang pertengahan.'

Sholat Wustho (pertengahan): Peliharalah semua sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wustho. Berdirilah untuk Alloh (dalam sholatmu) dengan khusyu'. (Al-Baqoroh 2:238)

Sholat Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam a.s. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan sholat Maghrib kemudian meminta sesuatu daripada Alloh, maka Alloh akan perkenankan.

Sabda Rosullulloh Muhammad saw,

Sholat 'Isya, katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan sholat 'Isya berjamaah, Alloh SWT haramkan dirinya daripada terkena nyala api neraka dan diberikan kepadanya cahaya untuk menyeberangi Titian Siroth.

Sabda Rosullulloh saw seterusnya,

Sholat Shubuh pula, seseorang mukmin yang mengerjakan sholat Shubuh selama 40 hari secara berjamaah, diberikan kepadanya oleh Alloh SWT dua kebebasan yaitu:
  1. Dibebaskan daripada api neraka.
  2. Dibebaskan dari nifaq.
Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan daripada Rosullullah saw, maka mereka berkata,
'Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (saw). Kini katakan pula kepada kami semua, kenapakah Alloh SWT mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?'

Sabda Rosullullah Muhammad saw


Ketika Nabi Adam memakan buah pohon khuldi yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam a.s. selama 30 hari. Kemudian Alloh SWT mewajibkan ke atas keturunan Adam a.s. berlapar selama 30 hari. Sementara diizinkan makan di waktu malam itu adalah sebagai karunia Alloh SWT kepada makhluk-Nya.

Kata orang Yahudi lagi, 'Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami mengenai ganjaran pahala yang diperolehi daripada berpuasa itu.'

Sabda Rasullulloh Muhammad saw,

'Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Alloh SWT, dia akan diberikan oleh Alloh SWT 7 perkara:
  1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh daripada makanan yang haram).
  2. Rahmat Alloh senantiasa dekat dengannya.
  3. Diberi oleh Alloh sebaik-baik amal.
  4. Dijauhkan daripada merasa lapar dan dahaga.
  5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang amat mengerikan).
  6. Diberikan cahaya oleh Alloh SWT pada hari Kiamat untuk menyeberang Titian Siroth.
  7. Alloh SWT akan memberinya kemudian di syurga.'
Kata orang Yahudi, 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu di antara semua para nabi.'

Sabda Rasullullah Muhammad saw,

Seorang nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat kepada umat saya di hari kiamat).

Kata orang Yahudi, 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Kini kami mengakui dengan ucapan "Asyhadu Allaa illaha illalloh, wa annaka Rosululloh (kami percaya bahwa tiada Tuhan kecuali Alloh dan engkau utusan Alloh).'


"Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Surah Al-Baqarah: ayat 155)

"Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya."
(Surah Al-Baqarah: ayat 286)

WalloHu a'lam
 
www.familyrumaday.blogspot.com

Pengertian Keimanan dan Ketaqwaan Dalam Islam

Pengertian Keimanan dan Ketaqwaan Dalam Islam


Pengertian Keimanan dan Ketaqwaan Dalam IslamIman adalah Makrifat dengan hati, pengakuan dengan lidah dan tindakan dengan anggota-anggota badan (dengan kata lain; Diyakini dalam Hati, diucapkan dengan lisan, dan diwujudkan dengan perbuatan).

Sesungguhnya Iman muncul sebagai titik di dalam hati, setiap kali Iman itu bertambah, bertambah pula titik itu.

Tidak akan sempurna Iman seorang hamba sehingga apa yang ada di tangan Alloh SWT lebih dipercayainya daripada apa yang ada di tangannya sendiri.

Di antara tanda-tanda yang dapat dipercaya atas agama Alloh SWT setelah pengakuan dan perbuatan adalah tegas dalam perintahnya, jujur dalam perkataannya, adil dalam hukumnya, dan mempunyai sifat belas kasih terhadap rakyatnya.

Kekuasaannya tidak menjadikannya melampaui batas. Keramahannya tidak menjadikannya lemah. Keagungannya tidak mencegahnya untuk memberikan ampunan. Dan pengampunannya tidak menjadikannya menyia-nyiakan hukum.

Keimanan dan Ketaqwaan dalam Islam menurut Imam 'Ali bin Abi Tholib k.w.
Iman mempunyai 4 Pilar, yaitu:
  1. Sabar
  2. Yakin
  3. Keadilan
  4. Jihad
Sabar mempunyai 4 Cabang, yaitu:
  1. Rindu (Syauq), maka barang siapa yang rindu pada Surga, dia akan melupakan segala godaan hawa nafsu.
  2. Takut (Syafaq), barangsiapa yang takut akan Neraka, dia akan meninggalkan segala yang diharamkan.
  3. Zuhud, barangsiapa yang zuhud di dunia, dia akan menganggap ringan segala musibah.
  4. Antisipasi (Taroqqub), barangsiapa yang mengantisipasi kematian, dia akan bergegas melakukan amal-amal kebajikan.
Yakin mempunyai 4 Cabang, yaitu:
  1. Memandang segala sesuatu dengan ketajaman pikiran, maka barangsiapa yang memandang segala sesuatu dengan ketajaman pikiran, akan jelas baginya hikmah.
  2. Menafsirkan dengan hikmah, barangsiapa yang jelas baginya hikmah, dia akan mengenal pelajaran.
  3. Menjadikan pelajaran sebagai nasihat, dan barangsiapa yang telah mengenal pelajaran, seakan-akan dia termasuk orang-orang terdahulu.
  4. Sunnah orang-orang terdahulu
Keadilan mempunyai 4 Cabang, yaitu:
  1. Menyelami Pemahaman, barangsiapa yang paham, dia akan mengetahui kedalaman ilmu
  2. Mendalami Ilmu, barangsiapa yang telah mengetahui kedalaman ilmu, akan keluar darinya syariat-syariat hukum
  3. Mengetahui Intisari Hukum
  4. Kukuh Dalam Kesabaran, dan barangsiapa yang bersabar, dia tidak akan melampaui batas dalam semua urusannya dan akan hidup di tengah-tengah masyarakat sebagai orang terpuji.
Jihad mempunyai 4 Cabang, yaitu:
  1. Mengajak Kepada Kebaikan, barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan, dia telah membantu orang-orang Mukmin
  2. Mencegah Kemungkaran, barangsiapa yang mencegah kemungkaran, dia telah merendahkan orang-orang kafir
  3. Lurus Dalam Setiap Keadaan, barangsiapa yang lurus dalam setiap keadaannya, semua kebutuhannya akan terpenuhi
  4. Membenci Orang-orang Fasik, barangsiapa yang membenci orang-orang fasik dan marah karena Alloh, maka Alloh akan marah karena marahnya, dan Dia akan menjadikannya ridho pada hari kiamat.
Keimanan Dan Ketaqwaan Dalam Islam
Seorang Mukmin mempunyai 3 waktu, yaitu:
  1. Waktu dia bermunajat kepada Tuhan-nya
  2. Waktu mencari penghidupannya (bekerja), dan
  3. Waktu Dia menikmati kesenangan dirinya (dalam hal-hal yang dihalalkan)
Orang yang Bijak hanya merasa mantap pada 3 keadaan, yaitu:
  1. Memperbaiki penghidupannya, atau
  2. Melangkah dalam urusan akhirat, atau
  3. Menikmati kesenangan dalam hal yang tidak diharamkan
Kegembiraan orang Mukmin terlihat diwajahnya, sedangkan kesedihannya tersimpan dihatinya. Dadanya paling lapang (sabar) dan merasa dirinya paling hina. Dia tidak menyukai kedudukan dan membenci reputasi. Panjang kesedihannya. Jauh pikirannya. Banyak diamnya. Sibuk waktunya. Banyak bersyukur dan bersabar. Tenggelam dalam pikirannya. Berpegang teguh pada kesetiakawanan. Mudah perangainya. Penurut. Dan jiwanya lebih keras daripada batu api, sementara dia lebih (merasa) hina daripada seorang budak.

Semoga bermanfaat. Wassalam

www.familyrumaday.blogspot.com

Dialog Iblis dan Rosululloh Muhammad SAW

Dialog Iblis dan Rosululloh Muhammad SAW


Rosululloh Muhammad SAW Alloh SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rosululloh saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmahnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.

Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, "Hai Iblis! Bahwa Alloh Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rosullulloh saw. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rosululloh hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras."

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rosululloh SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rosululloh saw. Maka sambut Iblis: "Ya Rosululloh! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Alloh"

Maka jawab Nabi, "Hai Aduwulloh (seteru Alloh), Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sholat hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan ahli kitab yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Alloh azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Alloh. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?"

Taklimat Iblis, "Ya Nabi Alloh Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khotamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Alloh untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Alloh Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya."

Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Alloh dan berkata, "Ya Rosululloh! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu."

Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum karena ini dapat menjadi peluang untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majelis dan menjadi perisai kepada seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi (1):
"Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?"

Jawab Iblis:
"Ya Nabi Alloh! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini."

Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan.

Sambung Iblis, "Ya Khotamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Alloh.

Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut i'tikad/niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku."

Pertanyaan Nabi (2):
"Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Alloh?"

Jawab Iblis:
"Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.

Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak (minuman yang memabukkan). Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.

Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadah, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat."

Pertanyaan Nabi (3):
"Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Alloh, Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?"

Jawab Iblis:
"Semuanya itu adalah anugerah daripada Alloh Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi (sampai langit ke tujuh). Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadah bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.

Tiba-tiba datang firman Alloh SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Alloh menciptakan lelaki (Nabi Adam a.s.) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Alloh murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Alloh menjadikan Adam Raja di syurga dan dikaruniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.

Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya dikeluarkan dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Alloh (di Padang Arofah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat.

Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadah serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid'ah dan carut-marut.

Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Alloh untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut."

Pertanyaan Nabi (4):
"Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?"

Jawab Iblis:
"Pertama sekali aku palingkan i'tikad/niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku"

Pertanyaan Nabi (5):
"Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Alloh, bagaimana keadaanmu?"

Jawab Iblis:
"Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya.

Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan roka'atnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, senantiasa hendak cepat selesai sholatnya, hilang khusyuknya - matanya senantiasa menjeling ke kiri ke kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sholat itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat selesai sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman."

Pertanyaan Nabi (6):
"Jika umatku membaca Al-Quran karena Alloh, bagaimana perasaanmu?"

Jawab Iblis:
"Jika mereka membaca Al-Quran karena Alloh maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya."

Pertanyaan Nabi (7):
"Jika umatku mengerjakan haji karena Alloh, bagaimana perasaanmu?"

Jawab Iblis:
"Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya."

Pertanyaan Nabi (8):
"Jika umatku berpuasa karena Alloh, bagaimana keadaanmu?"

Jawab Iblis:
"Ya Rosululloh! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya 'Arsy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Alloh akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa.

Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah 'Arsy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga.

Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Alloh datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami.

Setelah selesai umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa."

Pertanyaan Nabi (9):
"Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?"

Jawab Iblis:
"Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar - besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: "Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk."

(Sayyidina) Abu Bakar Ash-Shiddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a'zham. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Sayyidatina A'isyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.

(Sayyidina) 'Umar bin Khaththab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syari'at Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, "Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku", karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'Al-Faruq'.

(Sayyidina) 'Utsman bin 'Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Qur an. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, "Barang siapa menulis Bismillahirrohmanirrohim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat (tinta warna) merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Utsman mati syahid."

(Sayyidina) 'Ali bin Abi Tholib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, 'alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadah serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sembarang berhala. Bergelar 'Ali Karomallahu Wajhahu' - dimuliakan Alloh akan wajahnya dan juga 'Harimau Alloh' dan engkau sendiri berkata, "Akulah negeri segala ilmu dan 'Ali itu pintunya." Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya."

Pertanyaan Nabi (10):
"Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?"

Jawab Iblis:
"Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Alloh serta meninggalkan larangan-Nya seperti kata Jibril a.s, "Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat."

Yang kedua umat Tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridho dengan karunia Alloh. Berbuat amal soleh, tawakkal dan kebajikan.

Yang ketiga umatmu seperti Fira'un; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka aku pun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadah, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadah.

Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Alloh dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar (dusta/sombong) sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur."

Pertanyaan Nabi (11):
"Siapa yang serupa dengan engkau?"

Jawab Iblis:
"Orang yang meringankan syari'atmu dan membenci orang belajar agama Islam."

Pertanyaan Nabi (12):
"Siapa yang mencahayakan muka engkau?"

Jawab Iblis:
"Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji."

Pertanyaan Nabi (13):
"Apakah rahasia engkau kepada umatku?"

Jawab Iblis:
"Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari." - Bacalah Bismillahirrohmanirrohim sebelum berbuat kebaikan -

Pertanyaan Nabi (14):
"Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?"

Jawab Iblis:
"Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak, maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang."

Pertanyaan Nabi (15):
"Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?"

Jawab Iblis:
"Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Alloh, menangis, menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil 'air wudhu', maka padamlah marahnya."

Pertanyaan Nabi (16):
"Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?"

Jawab Iblis:
Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu."

Pertanyaan Nabi (17):
"Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?"

Jawab Iblis:
"Orang yang tidur meniarap/telungkup (malas), orang yang matanya terbuka di waktu shubuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu Dzhuhur, 'ashar, maghrib dan 'isya, aku beratkan hatinya untuk sholat."

Pertanyaan Nabi (18):
"Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?"

Jawab Iblis:
"Orang yang banyak menyebut nama Alloh, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Qur an dan sholat tengah malam."

Pertanyaan Nabi (19):
"Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?"

Jawab Iblis:
"Orang yang duduk di dalam masjid serta beri'tikaf di dalamnya"

Pertanyaan Nabi (20):
"Apa lagi yang memecahkan mata engkau?"

Jawab Iblis:
"Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka, membantu makan, pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, 'Syurga itu di bawah telapak kaki ibu'"

Wallohu A'lam. Semoga bermanfaat.
 
www.familyrumaday.blogspot.com